lost and found.

Kemarin saya ke comlabs ITB, warnet kampus. Sekedar iseng, jalan-jalan di sekitar kampus waktu liburan dan akhirnya memutuskan mampir sebentar ke tempat itu untuk menunggu sore.

Namanya juga liburan, ITB sama sekali nggak rame. Si comlabs ini juga sepi. Alhasil, yang biasanya harus ngantri lama untuk bisa browsing internet, kali itu saya beruntung langsung dapet komputer tanpa harus nunggu.

Kursi diduduki, monitor sudah di depan muka, mouse sudah di tangan, tapi saya masih ingin liat" suasana sekitar. Siapa tahu ada teman yang saya kenal. Tapi ternyata tak ada muka yang familiar. Tiba-tiba, mata saya tertuju pada sebuah papan tulis besar. Papan tulis yang terbagi dua bagian: bagian lost dan bagian found.

Yang membuat saya tertarik adalah tulisan- tulisan di dalam bagian- bagian itu. Di bagian kiri papan tulis, daerahnya lost, ada banyaak sekali tulisan yang berintisari mencari barang-barang yang hilang. Ada yang mencari flashdisk, kunci, dan lain- lain. Paling tidak, ada 7 barang yang sedang dicari oleh pemiliknya yang tentu saja lalai meninggalkan barang tersebut di comlabs ini. Sayangnya, tulisan di bagian sebelah kanan, bagian found, tidak semeriah lost. Hanya ada satu barang yang telah ditemukan, yaitu STNK motor.

Kenapa ya lost lebih diminati daripada found? Kenapa ya lebih banyak barang yang hilang daripada yang ditemukan? Haha.. bener-bener ga penting..

2 Responses to “lost and found.”

  1. Ray Says:

    karena menemukan lebih sulit daripada kehilangan
    Don’t it always seem to go
    That you don’t know what you got till it’s gone.
    *lhooo, hehehehe

  2. sHoFiE Says:

    @ ray.
    ahaha..
    bener bgt ray.
    kok jadi romantis bgt gitu..
    haha.. banyak belajar yaa?

Leave a Reply